Salmon menempuh perjalanan dari sungai ke laut lalu kembali karena siklus hidupnya menghubungkan dua habitat: ikan ini lahir di air tawar, bermigrasi ke laut, kemudian kembali ke air tawar untuk berkembang biak. Pola tersebut disebut anadromous. Sungai, jadi, bukan hanya titik awal perjalanan, tetapi juga tempat salmon kembali untuk bereproduksi. [1]

Sungai menjadi tempat telur dan masa muda

Salmon bertelur di perairan tawar yang mengalir. Telurnya diletakkan di bawah kerikil, di air dingin dengan arus yang menyuplai oksigen. Sebelum bertelur, salmon betina mengepakkan ekornya untuk menyibak kerikil dan membuat celah bagi telur. [1]

Setelah menetas, salmon muda tinggal di perairan tawar tempat ia lahir. Dalam uraian siklus hidupnya, masa ini berlangsung sekitar tiga tahun sebelum mereka bermigrasi ke laut. Selama berada di air tawar dan muara, salmon muda memakan serangga, amphipoda, dan krustasea. [1]

Laut adalah bagian dari perjalanan menuju dewasa

Perpindahan ke laut menandai tahap berikutnya dalam siklus salmon, bukan akhir perjalanannya. Salmon menghabiskan waktu satu hingga lima tahun sebelum mencapai kematangan seksual; setelah dewasa, mereka kembali ke tempat kelahirannya untuk berkembang biak. Sumber tentang siklus hidupnya menjelaskan urutan perpindahan dan tujuan reproduksi ini, tetapi tidak merinci satu alasan fisiologis khusus yang membuat salmon bermigrasi ke laut. [1]

Kepulangan yang panjang menuju tempat pemijahan

Salmon dewasa dapat menempuh arus sungai hingga 1.400 kilometer dan mendaki sampai 2.100 meter dari laut menuju tempat kelahirannya. Penelitian menunjukkan salmon kembali ke lokasi asal untuk berkembang biak, tetapi bagaimana mereka menyimpan ingatan tentang tempat itu masih menjadi misteri. Indra penciuman disebut sebagai kemungkinan petunjuk navigasi, bukan penjelasan yang sudah dipastikan. [1]

Telur memulai kembali siklus

Setibanya di tempat pemijahan, salmon betina menaruh telur di celah kerikil. Satu atau lebih salmon jantan mengeluarkan sperma ke air untuk membuahi telur, lalu betina menutupinya dengan kerikil. Ia dapat mengulang proses bertelur di tempat lain hingga tujuh kali sebelum telurnya habis. [1]

Tahap telur rentan terhadap perubahan: kematian tinggi terjadi antara lain akibat pemangsaan dan perubahan kondisi perairan. Telur membutuhkan air dingin berarus baik, sedangkan kerikil menjadi penutupnya. Karena itu, kondisi sungai berhubungan langsung dengan tahap awal siklus yang berlangsung setelah salmon kembali. [1]

Jalur pulang juga menentukan

Perjalanan kembali bergantung pada akses menuju lokasi pemijahan. Bendungan dapat menghalangi salmon mencapai tempat berkembang biak, sementara hilangnya habitat, perubahan arus, dan berkurangnya kerikil dapat merusak kondisi yang dibutuhkan untuk bertelur. Rangkaian sungai–laut–sungai memperlihatkan bahwa perpindahan salmon bukan satu perjalanan tunggal, melainkan perpautan habitat yang menopang tahap-tahap hidupnya. [1]

Sumber

  • [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Salmon. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29512712&title=Salmon (diakses 2026-10-18).